Tuesday, December 9, 2025

Eduardus Ek Kim, Hardenberg Netherlands, 2022


photos:

Ek Kim & Santi, 2022


Reunion after more than 50 years at the church in Amersfoort, Netherlands.


Thank you Ek Kim & Santi for hosting us and driving us to Germany.

Tjien Ping & Shirley

Henky Joe, Zurich 11-13 October 2025


photos:
Friendship more 50 years


Friendships of over 50 years are built on trust, loyalty, long-term emotional support, and a depth of shared experiences.

These relationships often involve relationships, honesty, and shared memories across various life stages.
Such friendships are precious and rare.

Thank you, Henky and Irma
for hosting us with Sulina and Diana at your home and taking us
on a trip to Lake Zurich and your university.

Shirley n Petrus,

Saturday, November 15, 2025

UKI Pilgrimage of Hope, 14-24 Oct 2025


Monday, 13 October

      Coming from Zurich to Rome

Domine Quo Vadis, Rome , photos
Quo Vadis of St Peter Church

Tuesday, 14 October

Madonna delle Tre Fontane
Saint Paul Basilica, out of the wall: Holy Door-1

Photos:
St Paul outside the walls, Rome

Saint Peter Basilica, enter with Stations of the Cross : Holy Door-2

Wednesday, 15 October
Saint Peter Basilica, audience w Pope Leo XIV
   there were thousand of peoples

St John Lateran Basilica, Holy Door-3

St Maria Maggiore Basilica, Holy Door-4

Closing Piligrimage Holy-Doors Mass

Ancient Rome: walking tour, photo stop at Coloseum, Roman Forum, Piazza Venezia,

photos:
St Peter,St JohnLateran,Maria Maggiore

Thursday, 16 October: Roma/Roccaporena/Cascia/Perugia

Roccaporena, Birth place of St Rita
climb Allo scoglio di Santa Rita, there is water flowing never stop on the mountain top

Cascia, Basilica Santa Rita
     Mass in Basilica Santa Rita

Friday, 17 October: Perugia/Assisi/Perugia
Basilica Santa Chiara, Gereja Santa Maria Maggiore, Assisi
    Mass inside, with the body of St Carlo Acutis pn the right side

Basilica St Francis Assisi

Santuario Rivotorto
Basilica Santa Maria degli Angeli

Saturday, 18 October: Perugia/San Gimignano

San Gimignano, city with thousand of towers
          The best ice cream, climb the tallest tower

Siena: Duomo di Siena, Piazza del Campo
     Mass in Church San Franceso

Santa Catarina home
     
Sunday, 19 October: Siena/Pisa/Forli
Pisa , photos:
Pisa Italy

Forli, St Pellegrinus

Monday, 20 October: Forli/Loreto/Lanciano/San Giovanni Rotondo
Loreto
        Bunda Maria "Santa Casa"
Lanciano
Santurio Miracolli Eucaristico di Lanciano
        Mass in Church di Lanciano

San Giovanni Rotondo
photos:
Padre Pio

Tuesday, 21 October: San Giovanni Rotondo/Monte Sant' Angelo

Stations of the Cross
    Basilica Antica and Nuova
    
Monte Sant' Angelo
       Mass inside Cave of the apparition of the archangel Saint Michael
    Santuario San Michele Arcangelo

Wednesday, 22 Oct: San Giovanni Rotondo/Alberobello/Matera/Potenza
Alberobello : conical houses 

Matera

Thursday, 23 Oct: Potenza/Pompei/ Caserta
Pompei
    Basilica St Bartholo Longo

Caserta, Royal Palace Caserta, to to the top of the fountain water..

Frida, 24 October: Caserta/Rome/Fiumicino airport
Train Caserta-Rome Termini, Leonardo Express to Fiumicino airport


  

       


   

Friday, November 14, 2025

Bekerja di Manado 1983-1988

 Saya bekerja di RS Jiwa Manado: 1983-1988

tugas setiap tiga bulan ke RSU Sangir di pulau Sangir, Bolaang Mongondow dan Gorontalo

naik kapal kayu Selecta , di huni lebih dari kapasitas, dua kali kapasitas? tanpa cukup jeket-penyelamat


Nyiram Manado 1984

Kami tinggal di rumah dinas type 60 ?, dengan dua kamar, ruang tamu, dapur dan toilet+kamar mandi.  Saya bongkar tembok pemisah, sehingga menjadi satu kamar tidur yang lebih luas. Rumah dinas mempunyai tanah cuku luas. Rumah terletak di dalam komplex RS Jiwa Manado, Jl Bethesda, Manado.
Saya tanami bermacam pohon buah-buahan. Pisang terutama, Mangga, Durian, dan tanaman semusim Jagung hybrida. Singkong hanya satu kali, karena membuat tanah tidak subur.
Lalu pindah ke rumah dr. Hidajat, direktur RS Jiwa Manado, yang pindah ke rumah dr. Manus dipinggir jalan Bethesda. Tanah rumah direktur lebih luas, sehinga saya bisa menanam segala species pohon Pisang. Dan meneruskan memelihara babi, yang sebelumnya diperlihara oleh dr. Hidajat.
Pengalaman yang membanggakan ialah: membangung pavilion perawatan: 2x 150 m2 tambah extra 100m2 di tengahnya. Tanpa biaya,  no-budget, untuk ruang perawat. Saya mencontoh model Mental Hospital di Singapore.
Dan menanam pohon Acasia di sekeliling RS Jiwa Manado. Yang tumbuh subur dan besar, waktu kami sekeluarga datang ke Manado 2010 



for grandchildren:

I worked at the Manado Mental Hospital: 1983-1988

Quarterly assigned to Sangir General Hospital on Sangir Island, Bolaang Mongondow, and Gorontalo

Boarded on the Selecta wooden ship, overcrowded, twice capacity? Without enough life jackets.

Nyiram Manado 1984

We lived in a 60-square-foot official residence, with two bedrooms, a living room, a kitchen, and a toilet and bathroom. I removed the dividing wall to create one larger bedroom. The official residence had a fairly large plot of land. The house was located within the Manado Mental Hospital complex on Jl. Bethesda, Manado.
I planted various fruit trees, especially bananas, mangoes, durian, and hybrid corn as an annual crop. I only planted cassava once, as it made the soil infertile.
Then I moved to Dr. Hidajat, the director of Manado Mental Hospital, because he moved into Dr. Manus' house on Bethesda Street. The director's house had more land, allowing me to plant all kinds of banana trees. I also continued raising pigs, which Dr. Hidajat had previously raised.
A proud experience was building a treatment pavilion: two 150 m2 x 100 m2 plus an additional 100 m2 in the middle. Without the budget for this nurses' quarters. I modeled it after the mental hospitals in Singapore.
I also planted acacia trees around Manado Mental Hospital. These grew well and large when my family and I came to Manado in 2010.


Friday, September 19, 2025

Menjadi seorang pribadi yang baik

 Ini sulit, tetapi bukan berarti mustahil.

Saya melakukan refleksi diri dan "mencoba" mengenali diri sendiri terus menerus, melatih tiap hari

Berubah dari kepribadian "buruk" menjadi "baik" adalah perjalanan kesadaran diri, tindakan yang disengaja, dan kesabaran. Penting untuk menyadari bahwa kepribadian tidaklah tetap; meskipun beberapa sifat lebih stabil, sifat-sifat tersebut dapat dan memang berubah seiring waktu, terutama sebagai hasil dari pengalaman hidup dan upaya sadar.

Ini adalah proses jangka panjang, bukan transformasi dalam semalam. Anda akan membuat kesalahan, dan Anda akan mengalami kemunduran.Ini adalah biasa. Kita adalah manusia bukan malaikat.
Saat Anda mengalaminya, hindari mengkritik diri sendiri. Sebaliknya, berbaik hatilah pada diri sendiri. Sadarilah bahwa melepaskan kebiasaan lama membutuhkan waktu dan upaya. Rayakan kemenangan Anda, sekecil apa pun, dan gunakan kegagalan Anda sebagai kesempatan untuk belajar dan menyesuaikan pendekatan Anda. Ingatlah bahwa fakta bahwa Anda mengajukan pertanyaan ini menunjukkan keinginan untuk berkembang, dan itu sendiri merupakan langkah awal yang patut dipuji.

1. Refleksi Diri dan Pengakuan
Langkah pertama dan terpenting adalah mengidentifikasi secara jujur sifat-sifat yang ingin Anda ubah. Tanpa menghakimi, pertimbangkan perilaku dan pola pikir yang menghambat Anda atau berdampak negatif pada hidup dan hubungan Anda. Apakah Anda sering kritis, tidak sabar, mudah mengeluh, atau kurang empati? Mengakui sifat-sifat ini merupakan tanda kekuatan, bukan kelemahan.

2. Tetapkan Tujuan yang Spesifik dan Dapat Ditindaklanjuti
Setelah Anda mengidentifikasi sifat-sifat tersebut, ubahlah keinginan abstrak Anda untuk berubah menjadi tujuan yang konkret. Dengan mengatakan, "Saya ingin menjadi orang yang lebih baik," cobalah sesuatu seperti:

"Saya akan mendengarkan secara aktif tanpa menyela ketika seseorang berbicara."

"Saya akan berlatih mindfulness sejenak untuk berhenti sejenak dan merenung sebelum bereaksi secara impulsif."

"Saya akan mengungkapkan rasa terima kasih kepada satu orang setiap hari."

Pecah tujuan besar menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan mudah dikelola. Ini membuat prosesnya tidak terlalu menakutkan dan memungkinkan Anda untuk melacak kemajuan Anda, yang merupakan motivator yang hebat.

3. Pahami Karakteristik Kepribadian yang "Baik"
Meskipun "baik" bersifat subjektif, banyak sifat positif yang dihargai secara universal. Ini sering kali mencakup:

Integritas dan Kepercayaan: Jujur, dapat diandalkan, dan bertanggung jawab atas tindakan Anda.

Empati dan Kasih Sayang: Kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain.

Kebaikan dan Rasa Hormat: Memperlakukan semua orang dengan bermartabat, sopan, dan hangat.

Tanggung Jawab: Bertanggung jawab atas pilihan dan komitmen Anda.

Kesabaran dan Pengaturan Emosi: Tetap tenang dan berkepala dingin dalam situasi tegang.

Pikiran Terbuka: Menerima ide-ide baru dan perspektif yang berbeda.

Ketahanan: Kemampuan untuk bangkit kembali dari kemunduran dan tantangan.

Dengan berfokus pada karakteristik spesifik ini, Anda dapat membangun peta jalan untuk pertumbuhan pribadi Anda.

4. Berlatih, Berlatih, Berlatih
Perubahan kepribadian adalah tentang membentuk kebiasaan baru. Ini membutuhkan upaya yang konsisten.

Rangkul perilaku baru: Carilah kesempatan untuk melatih sifat-sifat baru Anda. Jika Anda ingin lebih lentur (flexible), cobalah memulai percakapan dengan orang baru setiap minggu. Jika Anda ingin lebih sabar, berlatihlah menarik napas dalam-dalam dan menghitung sampai sepuluh sebelum merespons sesuatu yang membuat Anda frustasi.

Gunakan afirmasi: Mengulang pernyataan positif tentang diri sendiri ("Saya orang yang sabar," "Saya pendengar yang baik") dapat membantu mengatur ulang otak Anda dan membangun rasa percaya diri.
Afirmasi adalah pernyataan positif yang diucapkan berulang kali kepada diri sendiri untuk menghadapi situasi yang membuat cemas atau ragu.

Keluarlah dari zona nyaman Anda: Mencoba hal-hal baru dapat menumbuhkan keyakinan dan kebiasaan baru, membuat Anda lebih mudah beradaptasi dan berpikiran terbuka.

5. Carilah Umpan Balik dan Dukungan, agar Anda tidak harus melalui ini sendirian.
Tanyakan kepada teman atau keluarga terpercaya: Perspektif dari luar dapat memberikan wawasan berharga tentang pola perilaku Anda yang mungkin tidak Anda sadari sendiri.

Pertimbangkan terapi atau pembinaan: Seorang profesional dapat menyediakan ruang yang aman dan tanpa menghakimi untuk mengeksplorasi akar penyebab sifat negatif Anda dan mengembangkan strategi untuk perubahan.

Cari komunitas: Bergabung dengan kelompok, untuk pengembangan pribadi, memberikan motivasi dan rasa tanggung jawab.

6. Bersabar dan Berbelas Kasih pada Diri Sendiri
Ini adalah proses jangka panjang, bukan transformasi dalam semalam. Anda akan membuat kesalahan, dan Anda akan mengalami kemunduran. Ketika Anda melakukannya, hindari mengkritik diri sendiri. Sebaliknya, berbaik hatilah pada diri sendiri. Sadarilah bahwa menghilangkan kebiasaan lama membutuhkan waktu dan usaha. Rayakan kemenangan Anda, sekecil apa pun, dan gunakan kegagalan Anda sebagai kesempatan untuk belajar dan menyesuaikan pendekatan Anda. Ingatlah bahwa fakta bahwa Anda mengajukan pertanyaan ini menunjukkan keinginan untuk berkembang, dan itu sendiri merupakan langkah awal yang patut dipuji.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Refleksi diri bisa dengan mengenali Defense Mekanisme (DM) yang sering si-saya pakai:

Mekanisme pertahanan adalah strategi psikologis yang kita gunakan untuk melindungi diri dari kecemasan dan perasaan tidak nyaman.
Mekanisme ini beroperasi secara tidak sadar untuk membantu kita mengatasi situasi sulit.
Mekanisme ini dapat dikategorikan secara luas sebagai "baik" (atau adaptif) dan "buruk" (atau maladaptif), berdasarkan seberapa sehat dan bermanfaatnya mekanisme tersebut dalam jangka panjang.


Mekanisme Pertahanan yang Buruk (Maladaptif):
Ini seringkali merupakan pertahanan diri yang primitif dan belum matang yang memberikan kelegaan sementara. Akan tetapi dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan merusak hubungan.Mekanisme ini cenderung mendistorsi kenyataan dan melibatkan penghindaran masalah, bukan menghadapinya.
yaitu:
- Penyangkalan: Menolak menerima kenyataan yang terlalu menyakitkan untuk dihadapi.
  Seseorang dengan penyakit serius mungkin bersikap seolah-olah tidak ada yang salah dan menolak pengobatan.


- Proyeksi: Mengaitkan pikiran atau perasaan Anda yang tidak dapat diterima kepada orang lain.
  Seseorang yang merasa tidak aman mungkin menuduh orang lain menghakimi.


- Pengalihan: Melampiaskan emosi Anda pada target yang kurang mengancam.
  Seseorang yang mengalami hari yang buruk di tempat kerja mungkin pulang dan membentak keluarganya, yang tidak ada hubungannya dengan situasi tersebut.


- Regresi: Kembali ke perilaku kekanak-kanakan sebagai respons terhadap stres.
  Orang dewasa mungkin mengamuk (temper-tantrum) atau menjadi manja ketika menghadapi tantangan yang sulit.


- Bertindak: Mengekspresikan emosi yang sulit melalui perilaku, bukan kata-kata.
  Hal ini dapat bermanifestasi sebagai tindakan impulsif atau destruktif, seperti berteriak, mengemudi secara ugal-ugalan, atau penyalahgunaan zat addiktif


- Rasionalisasi: Membenarkan perilaku dengan alasan yang salah tetapi masuk akal.
  Seseorang yang mencuri uang mungkin mengatakan bahwa mereka "lebih membutuhkannya" daripada orang yang dicurinya.


- Represi: Secara tidak sadar mendorong pikiran, ingatan, atau perasaan yang menyakitkan hingga hilang dari kesadaran.
  Meskipun dapat menjadi bantuan sementara dalam mengatasi trauma, hal ini juga dapat menyebabkan masalah psikologis jangka panjang. Lebih baik Supresi= secara sadar 


________________________________

Mekanisme Pertahanan yang Baik (Adaptif)
Ini adalah cara koping yang lebih matang dan konstruktif. Mekanisme ini membantu Anda menghadapi kenyataan dan menyalurkan emosi yang sulit ke dalam saluran yang produktif, yang mengarah pada pertumbuhan pribadi dan hubungan yang sehat.
yaitu:
- Sublimasi: Menyalurkan dorongan atau emosi yang tidak dapat diterima ke dalam kegiatan yang dapat diterima secara sosial dan produktif.
  Seseorang yang agresif mungkin menekuni olahraga kompetitif, atau seseorang dengan emosi yang kuat mungkin menulis puisi atau berkarya seni. Ini sering dianggap sebagai salah satu mekanisme pertahanan diri yang paling sehat.


- Humor: Menggunakan humor untuk meringankan situasi yang menegangkan atau menyakitkan.
  Seseorang mungkin bercanda tentang kesalahannya sendiri untuk meredakan rasa malu atau kecemasan.


- Supresi: Secara sadar dan sengaja mendorong pikiran atau perasaan yang tidak diinginkan keluar dari pikiran Anda.
  Tidak seperti represi, ini adalah pilihan sadar untuk menangani emosi tersebut nanti ketika Anda lebih siap untuk menanganinya.


- Altruisme: Mengatasi stres dengan membantu orang lain.
  Hal ini tidak hanya mengalihkan perhatian dari masalah pribadi tetapi juga memberikan rasa tujuan dan kepuasan.


- Kompensasi: Mengatasi kelemahan yang dirasakan dengan unggul di bidang lain.
  Seseorang yang berjuang dengan kecemasan sosial mungkin berfokus pada prestasi akademik atau profesional mereka.


Meskipun kedua jenis mekanisme pertahanan diri ini merupakan bagian alami dari psikologi manusia,
menyadarinya adalah langkah pertama untuk memilih cara yang lebih sehat dan adaptif dalam menghadapi tantangan hidup.


Video: "Mekanisme Pertahanan | Bagaimana Kita Mengelola Kecemasan (dan Terjebak)"
https://www.youtube.com/watch?v=tiQRJh0HL4E

Video ini bisa membantu kita mengelola kecemasan, walaupun mungkin abhkan dapat menghalangi kita mengatasi masalah in

Tuesday, August 12, 2025

St Therese Lisieux, 8-11 August 2025

On 07 August morning, ee, all of six, drove Ottawa - Montreal to our friends house, Aulia n Ricka. Aulia drove us to YUL Montreal airport.
Arrived at Paris Orly on 08 August at 12:00, took a taxi to Gare St Lazare. Pass by the Arc of Triumph. 




Had lunch togetehr at St Lazare station.
By train to Lisieux, stayed at hotel Logis d'Or, Lisieux.
Amelia and Mikaela had enjoy the trip. We ate at the Swarma beside St Pierre Cathedral

Saturday morning went around the public market, then went to St Therese Lisieux Basilica.
Pray in the fron of St Therese relics for our daughters and son, Indradjaja-Tjahjadi families, friends: asking mercy for our healthiness


Monday, 11 August: Train Lisieux - Gare St.Lazare
Go down two floors to take Metro from Gare St. Lazare - Gare Paris Montparnasse 1et2

to hot 39 Celsius, fortunately there came the Bus, took us from Gare de Lourdes to Gate St-Joseph. Walked to hotel Roissy about 10 minutes





Thursday, June 26, 2025

Death Cleaning

 What to do, where to go with whom? Questions that have been popping up lately.

Then a few days ago..,what if I suddenly die? What have I done?
- Create a blog, yes I have been doing this for 8 years.
- Create memorable photos for a slideshow on my celebration of life event?
Then the thought came to mind: how about preparing for death?
What do I need to prepare? Ooh, my day is getting dim..
Luckily I got "Death Cleaning Swedish style" by Margareta Magnusson, 2018
The Gentle Art of Swedish Death Cleaning
How to Free Yourself and Your Family From a Lifetime of Clutter

Death cleaning (or Swedish Death Cleaning) is the process of
decluttering and organizing your belongings to reduce the burden on loved ones
after you pass away.
The term comes from the Swedish word **"döstädning"**
(*dö* = death, *städning* = cleaning) and was popularized by Margareta Magnusson’s book
"The Gentle Art of Swedish Death Cleaning."

Key Aspects of Death Cleaning:
1. Purposeful Decluttering – Removing unnecessary items so family won’t have to deal with them later.  
2. Gifting & Donating – Passing on meaningful items to loved ones or charities while you’re still alive.  
3. Organizing Important Documents – Ensuring wills, financial records, and sentimental items are easy to find.  
4. Minimizing Stress for Survivors – Preventing disputes over possessions and making the grieving process smoother.  

How It Differs from Regular Decluttering:
- Focuses on **legacy** rather than just tidying up.  
- Encourages **letting go** of things that won’t matter after death.  
- Often done by older adults but can be started at any age.  

Why People Do It:
- To **avoid leaving a mess** for family.  
- To **reflect on life** and what truly matters.  
- To **simplify life** in later years.  

Tips on how to start death cleaning:

Starting **death cleaning** can feel overwhelming, but breaking it down into
manageable steps makes it easier. Here’s a practical guide to begin:  

1. Shift Your Mindset 
- Think of it as a **gift to your loved ones**—not a morbid task.  
- Focus on **quality over quantity**—keep what truly matters.  

2. Start Small & Easy
- Begin with **low-emotion areas** (expired meds, duplicate kitchen tools, old paperwork).  
- Avoid starting with sentimental items (photos, heirlooms) until you’re comfortable.  

3. Sort Methodically (Use the "Keep/Gift/Toss" System)
- **Keep**: Essentials, items you love/use regularly.  
- **Gift/Donate**: Things others might appreciate (family, friends, charities).  
- **Toss/Recycle**: Broken, expired, or useless items.  

4. Tackle Sentimental Items Thoughtfully
- Ask: "Would my family want this?"(Many keepsakes lose meaning after you’re gone.)  
- Photograph items before letting go (e.g., children’s artwork, trophies).  
- Pass down *heirlooms now* with stories attached.  

5. Organize Important Documents
Create a "Death Binder" with:  
  - WILL, advance directives, passwords  
  - Financial/insurance records  
  - Funeral wishes (burial/cremation preferences)  
- Tell a trusted person where it’s stored.  

6. Downsize Collections & Hobbies
- Keep only what you **actively use or display** (books, crafts, memorabilia).  
- Donate specialty items (tools, musical instruments) to enthusiasts.  

7. Digitize What You Can 
- Scan old photos, letters, and home videos; share digital copies with family.  
- Label digital files clearly.  

8. Involve Family (If Comfortable)
- Let loved ones *claim items they want* now.  
- Discuss your intentions to avoid surprises later.  

9. Repeat Gradually
- Death cleaning is ongoing  do a little each season.  
- Revisit past decisions; you may be ready to let go of more later.  

10. Enjoy the Benefits
- A lighter, more organized space.  
- Peace of mind knowing your affairs are in order.  

Tips: Margareta Magnusson suggests starting in your *50s or 60s*,
but it’s never too early (or late) at 75😃 to begin.  

petrus
"What about death cleaning for my soul?"

Monday, June 23, 2025

Mikaela Violin Recital, 22June2025

 June 22, 2025 St-Bartholomew Anglican Chruch

           Gavotte - Gossec: Mikaela Labelle






           The Snake Charmer-Helmut Lipsky: Mikaela Labelle